BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Kebutuhan akan Komputer pada saat ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan hal ini di karenakan komputer menjadi barang yang sangat penting untuk memudahkan suatu pekerjaan. Komputer dapat didefenisikan sebagai kumpulan rangkaian elektronik yang berfungsi untuk menerima input, mengolahnya dan menghasilkan suatu output yang dilakukan dan di operasikan oleh user dimana user adalah orang yang mengoperasikan sofware pada hardware komputer.
Antarmuka perangkat lunak merupakan media komunikasi pengguna saat akan berinteraksi dengan sistem. Oleh karena itu agar proses interaksi pengguna dengan sistem berjalan dengan baik maka perlu diketahui terlebih dahulu sejauhmana performansi profile pengguna antarmuka, sehingga antarmuka yang dihasilkan dapat dengan mudah dipelajari, mudah dan nyaman pada saat digunakan. Performansi pengguna dapat diukur dari beberapa profile pengguna, dimana setiap profile akan memiliki implikasi terhadap perancangan antarmuka. Perancangan antarmuka pada dasarnya adalah proses penggambaran dari bagaimana sebuah bagian sistem dibentuk. Maka dari itu pada saat akan melakukan tahap perancangan antarmuka diperlukan untuk mendefinisikan kebutuhan-kebutuhan fungsional dari sistem yang akan dibangun serta mengetahui sejauh mana performansi profile pengguna pada saat akan menggunakan sistem tersebut.
Dalam materi user profile ini nantinya akan di uraikan apa itu user profile,apa saja yang menjadi spesifikasi dalam user profile untuk menambah pengetahuan dan wawasan kita mengenai user profile dalam interaksi manusia dan komputer.
1.2. TUJUAN
Interaksi manusia dan komputer pada dasarnya adalah untuk memudahkan manusia dalam mengoperasikan komputer dan mendapatkan berbagai umpan balik yang ia perlukan selama ia bekerja pada sebuah sistem komputer. Artinya sistem tersebut dapat berfungsi dengan baik, oleh karena itu para perancang antarmuka manusia dan komputer berharap agar sistem komputer yang dirancang dapat mempunyai sifat yang akrab dan ramah dengan users. Namun untuk merancang sistem yang mudah digunakan user, para perancang harus memahami aspek-aspek psikologi yang dimiliki oleh users, karena setiap user mempunyai ciri-ciri khusus dan kebiasaan yang berbeda dalam menggunakan sebuah sistem komputer.
1.3. RUANG LINGKUP
Manusia memiliki keterbatasan dalam memproses informasi dan hal ini mempunyai implikasi pada desain.
1
1. Informasi diterima dan direspon melalui sejumlah saluran input dan output
- Saluran Visual (visual channel)
- Saluran Pendengaran (auditory channel)
- Saluran Peraba (haptic channel)
- Pergerakan (movement)
2. Informasi disimpan pada memory
- Memory Sensor
- Memory Jangka Pendek
- Memory Jangka Panjang
3. Informasi diproses dan diaplikasikan
- Penalaran
- Pemecahan masalah
- Skill acquisition
- Kesalahan
Sistem komputer terdiri dari berbagai macam elemen, yang masing-masing memiliki pengaruh terhadap user. Peralatan input untuk penggunaan secara interaktif memungkinkan user untuk memasukkan teks, menggambar, dan memilih obyek pada layar.
2
BAB II
PEMBAHASAN
Tujuan akhir dari sistem interaktif adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektifvitas performansi user dalam pekerjaannya. Performansi didefinisikan sebagai waktu dan usaha untuk menyelesaikan tugas. Performansi user digambarkan dalam term dari sejumlah determinan berikut :
2.1. The Human information processing system: bersifat konstan antar individu.
USER
•Pengguna secara individu, suatu group dari pengguna yang bekerja sama, atau sekelompok pengguna dalam organisasi;
•dimana masing-masing berhubungan dengan bagian sama dari suatu kerjaan atau proses.
•Pengguna berusaha menyelesaikan pekerjaannya dengan menggunakan bantuan teknologi (komputer)
KOMPUTER
•Teknologi yang mengontrol suatu proses atau sebuah sistem;
•mulai komputer berskala kecil /desktop sampai keskala besar seperti komputer super.
•Ataupun suatu teknologi yang dapat ditempelkan/dicangkokkan (embedded system) kebenda.
INTERAKSI
•Setiap komunikasi antara pengguna (user) dengan komputer, secara langsung maupun tidak langsung; Interaksi tersebut melibatkan suatu dialogdengan suatu umpan-balik (feedback) dan kontrol hasil kinerja dari suatu kerja;
•secara tidak langsung interaksi melibatkan background atau batch prosesing.
•Pengguna/ User
•Salah satu yang membuat rancangan sistem komputer itu ada
•Pengguna yang seharusnya menjadi prioritas Utama
•Brainware: orang yang menggunakan kemampuan logikanya untuk bekerja dengan komputer
•Untuk merancang sesuatu bagi seseorang, kita perlu mengetahui kapasitas dan keterbatasan dari seseorang tersebut.
•Kita perlu tahu apakah ada sesuatu yang membuat orang mendapatkan kesukaran atau kelebihan, yang mana sesuatu tersebut (pekerjaan)A three-phased model of human-computer interaction
3
Designer sering sering memfokuskan perancangan UI hanya pada satu fase.
1. Short command mengoptimalkan Response phase, tetapi menyebabkan Read-scan phase dan Think phase menjadi kurang optimal.
2. Menu hierarchy dengan sedikit level dan banyak pilihan pada setiap layar akan mengoptimalkan Response phase, tetapi menyebabkan Read-scan phase dan Think phase menjadi kurang optimal. Menu hierarchy dengan banyak level dan sedikit pilihan pada setiap layar akan berlaku sebaliknya.
Designer harus mempertimbangkan total task time daripada efficiency of simple, isolated operations. Tiga fase pemrosesan di atas berhubungan dengan tiga subsistem utama dari sistem
pemrosesan informasi manusia, yaitu:
a. Perceptual system (Read-scan)
b. Cognitive system (Think)
c. Motor system (Response)The human information processing system.
a. The Perceptual System
Sensory buffer : Immediate memory, very short term memory.
• Tempat menyimpan apa saja yang ditangkap indera.
• Periode retensi informasi dalam orde 1/10 detik, kemudian hilang atau ke STM.
The human pattern recognition adalah proses yang sangat hebat dan kompleks.
1. Manusia mampu mengenali suara manusia lain yang sangat bervariasi.
2. Manusia mampu mengenali informasi yang ambigu dan tidak lengkap.
Command language dapat menggunakan konteks dalam interpretasi input. Input “Delate file” diinterpretasikan sebagai “Delete file“ dengan sedikit intelligence.
b. The Cognitive System
Short-Term Memory (STM): Menyimpan hasil interpretasi sensory buffer.
Karakteristik STM dan Pengaruhnya dalam Perancangan:
4
1. Kapasitas dan durasi terbatas (Kecepatan menerima informasi 100.000 kali lebih cepat
dibandingkan kecepatan memproses-nya).
Organisasikan informasi ke dalam pola-pola yang berarti.
• 111-2222 lebih mudah diingat dibandingkan 6883-4952
• 100 ditambah 100 lebih mudah diproses dibandingkan 429 ditambah 697.
2. Kata-kata yang berakhiran atau pengucapannya sama (rhyme) sulit dibedakan. Rancang labels (menu choice label, captions, dsb) dan nama (nama icon, nama command, nama parameter, dsb.) sedemikian hingga dapat dibedakan secara fonematik, yakni berbeda dalam suara.
• Delete dengan Repeat atau Get dengan Set : membingungkan dalam STM.
• Erase dengan Repeat atau Find dengan Set : lebih baik dari sebelumya.
3. Informasi yang kecil dan manageable akan hilang dari STM hanya dalam beberapa detik jika kurang konsentrasi atau ada aktivitas lain. Minimalkan STM requirements ketika interaksi harus terjadi selama informasi sedang berada di STM.
4. Informasi mudah hilang dari STM jika komplesitas tugas dan aktivitas meningkat. Bebaskan STM requirements ketika user harus melakukan interaksi yang kompleks dan tidak rutin dengan sistem. Sederhanakan interaksi sehingga ketika user harus menggunakan informasi di STM, perangkat lain yang sedang menggunakan STM adalah minimal.
5. Informasi mudah hilang dari STM jika jumlah informasi yang disimpan meningkat. Jaga agar STM storage requirements pada waktu diperlukan selalu minimal.
6. Pemanggilan kembali nama-nama items dari STM biasanya lebih baik jika dipresentasikan dalam gambar daripada kata. Tambahkan visual cues (seperti warna) dan icons terhadap informasi yang harus
disimpan sementara di dalam STM selama interaksi.
7. The probability of recall from STM increases as a function of the depth and elaborateness of processing at the time of encoding. Hindari overtaxing STM dalam tugas transkripsi sederhana (seperti data entry). Semakin penting pengertian dan kedetailan informasi yang ada dalam tugas, semakin banyak user yang dapat menangani STM requirements.
8. The older the user (especially after around 55), the less information can be held in STM. Buat secara khusus sensitive tehadap STM requirements dalam antarmuka dimana sebagian besar populasi user yang diharapkan adalah lebih tua. Long-Term Memory (LTM): Menyimpan makna dan informasi secara “permanen”. Karakteristik LTM dan Pengaruhnya dalam Perancangan:
1. Retrive informasi dari LTM semakin mudah jika kesesuaian antara cues dan konteks pada saat penyimpanan serta cues dan konteks pada saat recall semakin besar. Strukturkan training & learning experience (seperti dalam manual dan on-line tutorial) untuk tugas-tugas yang berhubungan. Sebagai contoh, pengajaran melalui example tasks, dan mengajari user tentang operasi-operasi dalam urutan yang mereka senangi.
2. Keberhasilan recall semakin besar jika kompatibilitas antara operasi-operasi yang dilakukan untuk penyimpanan informasi dan operasi yang dilakukan untuk retrieve semakin besar.
5
Strukturkan training & learning experience sehingga users learn by doing daripada hanya membaca informasi.
3. Keberhasilan recall semakin besar jika informasi di LTM semakin berbeda dan unik. Rancang perbedaan-perbedaan dalam antarmuka, gunakan warna secara maksimal. Rancang nama dan label yang berbeda dalam sound dan keystroke sequence.
4. Recall gambar lebih baik daripada kata dan recall visualizable words lebih baik daripada nonvisualizable words. Gunakan icon dan visual cues jika mungkin. Gunakan concrete words daripada abstract words.
Empat Proses Utama dalam Cognitive System
1. Selective Attention
2. Learning
3. Problem Solving
4. Language

Strengths and weakness of the human and computer
information processing system.
Katagorisasi dan Alokasi aktivitas pemrosesan informasi
1. Communicate: Transport Information
2. Transform Information
3. Process: Algorithmic Decision Making
4. Process: Judgment-based Decision Making
5. Correlate Information
6. Analyze Information
6
7. Communicate: Negotiate
8. Create Information
c. The Motor System
Motor movements yang relevan dengan perancangan antarmuka meliputi gerakan:
1. Kepala,
2. Mata,
3. Lengan,
4. Tangan,
5. Jari-Jari.
Minimalkan gross motor movements, seperti gerakan berpindah-pindah darikeyboard ke mouse atau dari keyboard ke touch screen.Sediakan adequate perceptual feedback untuk memandu motor movements, seperti highlighting icon atau target lain ketika pointer berada di posisi tersebut.Minimalkan eye movements untuk meningkatkan performansi dan meminimalkan kelelahan. Tata letak layar diatur untuk meminimalkan scanning dan searcing. Minimalkan keyboard-screen eye movements dengan menempatkan tombol-tombol yang sering dipakai pada suatu tempat yang terorganisasi. Rancang motor sequence yang dapat dibedakan dengan mudah.
1. Klik satu kali untuk “select” dan klik dua kali untuk “open”. User sering salah saat melakukan double click, karena kurang cepat, sehingga hanya “select”.
2. Command language: “Sea” untuk “Search” sering salah dengan “Sen” untuk “Send” karena hanya beda satu huruf belakangya. Sebaiknya gunakan “Fnd” untuk “Find” dan “Sen” untuk “Send”, yang dapat dibedakan dengan mudah.
2.2. The User’s Psychology characteristic
Psikologi pengguna merupakan faktor pendukung utama dari cara berfikir, belajar dan berkomunikasi dengan sistemnya. Dalam hal ini karakteristik psikologi dibedakan menjadi 3 macam yaitu cognitive style, attitude, dan motivation.
2.3. The User’s Knowledge & experience
| Karakteristik Pengguna | Rancangan yang harus dicapai |
| Rendah Motivasi, Penggunaan Bebas Rendah Motivasi, Penggunaan Berdasarkan Perintah Motivasi Tinggi, Gugup, Ada rasa takut Motivasi Tinggi, Perhatian | Mudah Dipelajari (Ease of learning) Kontrol, memiliki kekuatan(Control, power) Mudah dipelajari, Kokoh, Kontrol, memiliki kekuatan (Ease of learning, robustness, control, power) Memiliki Kekuatan, Mudah digunakan (Power, ease of use) |
7
Implikasi pengetahuan dan pengalaman pengguna terhadap perancangan antarmuka pengguna yang paling utama, Tugas dan pekerjaan dari pengguna merupakan suatu bagian dari karakteristik pengguna yang harus diketahui pada saat merancang sebuah antarmuka pengguna.
2.4. The User’s Job & Tasks
| Frekuensi Penggunaan High Medium Low | Pelatihan None Manual only Formal Mandatory | Penggunaan Sistem Mandatory Discretionary | |
| Tingkat Kepentingan Fungsi High Low | Struktur Fungsional High Moderate Low | Kategori Pekerjaan Executive Engineer Secretary Clerk | |
| Turnover Rate High Moderate Low | Penggunaan Alat Lain Calculator Telephone | ||
2.5. The User’s Physical Characteristics
• Handedness dapat mempengaruhi kemudahan dalam menggunakan keyboard dan input devices yang lain.
• Color-blindness sudah pasti mempengaruhi performansi user saat menggunakan layar-layar berwarna yang erat berhubungan dengan tugas.
• Gender mempunyai dampak terhadap performansi Motor dan cognitive. Wanita memiliki Motor yang relatif lebih lemah dan lambat daripada pria. Wanita memberikan performansi lebih baik pada antarmuka berbasis warna.
2.6. The User’s Physical Environment
• Noise level mempengaruhi kemampuan user untuk berkonsentrasi.
• Privacy harus dipertimbangkan, untuk alasan kemanan dan psikologi. Kurangnya privacy dapat menyebabkan stress dalam situasi tertentu.
• Lighting mempunyai pengaruh yang significant terhadap user. Kurangnya cahaya menyebabkan user cepat merasa lelah saat membaca atau mencari tombol pada keyboard.
• Workspace dimension and layout
• Furniture and equipment
2.7. The User’s Tools
Secara umum kita tidak dapat mengubah the user’s information processing system atau physical characteristic. Sebagai system developer, satu-satunya determinan yang dapat kita gunakan untuk mempengaruhi performansi user adalah The user’s tools.
8
Applying The User Profile
| Sample Systems | |
| Park information / Videotext system Airline reservations / Phone order system | Park information / Videotext system Airline reservations / Phone order system |
| User Definitions | |
| All job types All education levels Male and female English, Spanish, and others Low computer literacy Low frequency of use No training, no manual Discretionary use | Clerical High school to BA/BS Mostly female English Moderate computer literacy High frequency of use Mandatory formal training Mandatory use |
| Design Choices | |
| Touch screen Menus, icons Easy to learn (heavy prompting, highly structured) | Keyboard Command language Easy to use (hidden help, highly flexible) |
9
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1. Kesimpulan :
Dapat disimpulkan bahwa dengan diketahui perfomansi dari profile pengguna membuat seorang perancang sistem menjadi mudah dalam menentukan rancangan antarmuka perangkat lunak yang harus dicapai. Namun dari 7 profile pengguna ada 2 karakteristik pengguna yang tidak dapat diperbaiki performansinya oleh perancang adalah :
v Kapabilitas Pengolahan Informasi dari pengguna (user’s information processing capability)
v Karakteristik Pengguna secara phisik (user’s physical characteristic)
Perkembangan teknologi di dunia ini sudah sangat cepat bergerak. Sampai saat ini teknologi sudah sangat membantu manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Akan tetapi jangan sampai para pengguna terlalu bergantung pada teknologi,karena sebenarnya bukan sistem yang mengatur pengguna,tapi pengguna yang mengatur sistem.
3.2. Saran :
Adapun saran yang dapat penulis sampaikan kepada kita semua yaitu agar selalu mencari tahu apa yang belum kita tahu. Dengan kata lain mencari ilmu sebagai bekal dimasa depan. Sebab Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu, dan semoga kita termasuk didalamnya. Amin
10
DAFTAR PUSTAKA
http : // www. anglefire.com
http : // wartawarga. gunadarma.ac.id/2010/interaksi manusia dan komputer- 4/
http : // matahari ilmu. IMK- profil- pemakai-manusia. html
http : // id. wikipedia. org/wiki/interaksi_manusia_komputer
http : // makalah- imk . html
Computer Science - STTTelkom - 3/15/00
Tidak ada komentar:
Posting Komentar